KKP Desa Cipaganti, Cisurupan, Garut

Hanya sekedar mengenang, kira-kira hampir setahun yang lalu dimana liburan akhir semester diisi dengan kegiatan kkp alias Kuliah Kerja Profesi yang wajib diikutin oleh semua mahasiswa Fema.

Jadi, gw itu ditempatkan di Garut tepatnya di kecamatan Cisurupan, Desa Cipaganti selama 49 hari (kaya judul drama).
Desa cipaganti itu letaknya di paling atas, katanya sih desa tertinggi di Garut, deket banget sama gunung papandayan. kira-kira 2 jam udah sampe ke kawah papandayan tempat objek wisata yg ada bunga edelweisnya.
Nah, untuk akses masuk ke desa cipaganti ini ga ada angkot atau bus (apalagi) yg ada cuma ojek. jalannya sekitar 5km dari jalan raya besar dan jangan kaget kalo menuju desa ini jalannya hancur dan menanjak terus ke atas. Pertama gw dateng gw shock berat kenapa ga sampe2? Dan mual2 terguncang2 di dalem mobil.
Karena letaknya yg agak jauh dr keramaian, kita tak bisa menemukan minimart, alfamart, atm bahkan pasar pun tak ada di sini! (Hah??) Kalo mau ke tempat2 itu harus turun gunung dulu tadi yg dibilang sekitar 5km dengan jalan yg lumayan membuat perut terkocok-kocok.

Umtuk kondisi desanya sendiri, rata-rata eh sebagian besar rumah penduduk gak punya kamar mandi di dalem rumahnya.. Jadi MCK nya itu di luar dan dipake bareng2. Jangan harap MCK umumnya pake wc yaa. Hehe. Rata-rata warga gak menganggap mck bersih dengan septic tank adalah kebutuhan yg harus dipenuhi.
Selanjutnya, potensi di desa ini adalah pertanian. Sebagian besar mata pencarian kepala keluarga adalah sebagai petani dan bapak2 disini agak susah ditemuin karena mereka bakalan lagi bertani pagi sampe sore. Oiya, pertanian di sana itu kebun bukan sawah. Jadi hasil utamanya adalah kol, wortel, tomat, kentang dsb.
Selama tinggal disana aja, setiap hari hidangan pasti ada perkedel . Hahaha
Oiya, petani di desa ini juga pada jual panennya ke tengkulak. Jadi, prihatin bgt hasil panen dijual dg harga yg cukup rendah krn bersaing harga pasar juga.
Teruss, untuk nilai keluarga yg dianut (tsaaah, ilmunya keluar) mereka masih mengaggap banyak anak banyak rezeki. Jadi jangan heran banyak anak kecil disana. Selain itu juga, disana menganut pernikahan dini, jadi perempuan mungkin nikah pas umur 17,18 tahunan , kalo udah lewat itu, disebut perawan tua. Haah? Berarti gw??
Selanjutnya mengenai bahasa, bahasa yg digunain warga sekitar of course laahh bahasa sunda HALUS ! Jangan sesekali sunda bogor dibawa kesana. Hahaha
Disana rata2 orang tua dan anak kecil ga ngerti bahasa indonesia.
Daan terakhir kalo kondisi geografis, sudah jelas lahh yaa di atas gunung, dikelilingi gunung dengan udara yg super duper dingin. Nah ujung ke ujung desa itu nanjak, jadi lumayan menguras energi kalo mau keliling bawah ke atas apalagi pas puasa siang-siang. Air yg digunain sama warga itu air langsung dari gunung dan selalu ngocor yg pasti dinginnya ga diraguin lg. Mau mandi aja brrrrr!
Nah ada yg lucu waktu gw ngajar anak PAUD tentang pendidikan karakter dimana kalo air keran harus ditutup jgn dibiarin ngalir itu adalah anak yg baik, tp anak2 malah bilang biasanya di rumah air dialirin aja krn dari gunung. Alhasil kita kaget dan cari2 alternatif penjelasan. Hehe
Oiya, karena udara dan air yg ekstrim sama jabodetabek, jadinya kulit muka dan beberapa bagian tubuh ngeletek dan jerawat bermunculan banyaaak bgt! Jadi pelembab merupakan hal yg penting mesti dibawa. Kulit gw juga iteman abis dari sana.
Ummm selanjutnyaa adalah berat badan gw yg naik drastis sampe 5kg, wow! Itu krn kondisi yg dingin membuat kita selalu ngemil dan berasa laper terus, hoh!
Hmmm kiranya segitu aja dulu kenangan kkpnya!

2 thoughts on “KKP Desa Cipaganti, Cisurupan, Garut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s