Pernikahan?Keluarga?What do you think?

Keluarga, satu kata yang sederhana. ya, keluarga merupakan institusi terkecil yang ada di dalam sebuah masyarakat. keluarga dibangun dari adanya pernikahan seorang wanita dan lelaki. Dari janji suci itu, sudah terbentuklah sebuah keluarga kecil yang menyatukan dua keluarga besar, dari etnis apapun, suku apapun, ras apapun semua dapat bersaatu membentuk sebuah keluarga.

Namun, kehidupan di dalam keluarga mungkin tidak akan semulus yang dibayangkan. menurut pengalaman gw, sebuah keluarga pasti akan menghadapi konflik, apapun penyebabnya, besar atau kecilnya konflik akan dihadapi oleh keluarga.

hmm.. mungkin gw sebagai mahasiswa ilmu keluarga dan konsumen nantinya juga akan menghadapi konflik di dalam keluarga walaupun telah mengetahui teori-teori mengenai keluarga itu sendiri.

Memang, keluarga mempunyai tugas perkembangan yang harus dilalui di setiap tahap perkembangannya, dan setiap keluarga harus berhasil mencapai dan melewati tugas perkembangan tersebut agar dapat berjalan dengan harmonis.

Mungkin, kualitas pernikahan dapat juga ditentukan oleh pemilihan pasangan sebelum menikah (ecieehh) . nah, ini juga menurut gw adalah hal yang penting, karena kita gak mau kan nantinya keluarga yang udah dibangun hancur berantakan? karena ternyata keharmonisan keluarga juga berpengaruh sama kualitas anak. Salah satu tujuan dari keluarga adalah reproduksi yaitu mempunyai keturunan yang akan mewariskan nilai-nilai serta adanya sosialisasi pendidikan kepada anak.

Balik lagi ke pemilihan calon pasangan (ehm, pasti kaum muda mudi semangat banget nih ngomongin ini), sebelum menikah sebaiknya kenali dulu calon pasangan anda, teringat kata-kata ibu dosen Ratna Megawangi kalau sebaiknya wanita yang ingin melihat pasangan (lelakinya) baik atau tidak, setia atau tidak yaitu dari kedekatan ia dengan ibunya. Apabila seseorang memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya (attachment) khususnya pada masa-masa 0-5 tahun, maka akan berpengaruh terhadap kepribadian sang anak. Ternyata Attachment berpengaruh terhadap kecerdasan sosial emosinya yang berdampak pada hubungan sosial anak dengan peer groupnya, kemampuan akademisnya dan sebagainya (selebihnya lupa. hee😛 )

Oleh karena itu, seperti postingan gw sebelumnya tentang manajemen sumberdaya keluarga , perlu juga nih perumusan tujuan-tujuan keluarga bersama pasangan . Istilahnya ini kita membentuk keluarga mau ngapain sih? apa cuma nafsu aja? hhoho.. jadi harus ada tujuan serta planning dan implementasi untuk mencapai tujuan tersebut selayaknya sebuah organisasi.

Dari kualitas keluarga yang baik, akan lahir juga anak yang berkualitas yang mempunyai kecerdasan intelektual, emosional, spiritual serta moral yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.

Jadiii,, ingin jadi bangsa berkualitas??? dari mana lagi kalo bukan membangun keluarga yang berkualitas terlebih dahulu~^^

ehm. okeh segitu dulu ah curhatan eh cerita sambil kait-kaitin teorinya. hahaha. semoga bermanfaat~^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s