Pria Korea itu Bernama Min Gi..

Iseng buka komputer lama, ternyata di my document ada hasil karya cerpen gue sekitar 4 tahun lalu tepatnya sekitar gue kelas 2 SMA. hmm.. dulu gue udah cinta mati juga sama korea, pas disuruh bikin cerpen sama guru bahasa indonesia, yahh gak jauh-jauh deh sama cowo korea alhasil judulnya itu seperti judul postan ini “Pria Korea itu Bernama Min Ki”. hahha, jadi ini gue tampilin disini aja kali yah

happy reading ^^

*****

Langkah kakiku bergerak cepat. Berjalan setengah berlari menuju gerbang sekolah. Pak Jaja, satpam sekolah ditemani oleh Bu Mia, guru piket hari ini sudah berdiri di depan pintu dan bersiap menutup pagar. Dan, aku berhasil melewati mereka tepat saat bel berbunyi.

Tiba di kelas, bola mataku langsung reflek ke kiri dan ke kanan. Huh, dia hadir hari ini senangnya.. aku jadi teringat ketika itu saat satu tahun lalu..

 

***

Pagi itu,

“ Nah, ayo perkenalkan dirimu!” pinta Bu Zahra

Anak baru itu langsung saja memperkenalkan dirinya

“Hai, Anyeonghaseyo?? apa kabar? Nama saya Kang Min-Gi , senang berkenalan dengan kalian, Kamsahamnida!!” ujarnya.

“Wah, ganteng bangeet!!” semua cewe di kelas berteriak histeris

Jantungku seakan berhenti, dia berbicara sepatah kata dalam bahasa Korea dengan fasih, aku mengerti kata itu, terima kasih. Pria itu berwajah oriental manis, bertubuh tinggi, bermata sipit, berkulit putih dengan rambut bergaya khas cowo Korea itu berpakaian sangat rapih. Tentu saja sangat tampan.

Dia, Kang Min-Gi blasteran Indonesia-Korea. Ayahnya seorang pengusaha Korea dan ibunya asli orang Sunda ceritanya di depan kelas. Selama ini ia tinggal di Korea dan sekarang pindah ke Indonesia karena pekerjaan Ayahnya. Aku bingung, kenapa ia bisa fasih juga dalam Bahasa Indonesia??walaupun kata-katanya sedikit baku.

“Hei, kita panggil kamu siapa??” Tanya Tina cari perhatian

“Hhm, Min-Gi saja”

“Ah, ribet!” timpal Zaki

“Gimana kalo Kiki aja?? Kan rada nyambung, gak susah lagi!” seru Rama

Nde, boleh aja..”

akhirnya semua anak sekelas setuju memanggilnya Kiki..

***

“Na..ssst.. Gianna, dipanggil tuh..absen!!”

tiba-tiba lamunanku buyar begitu saja saat Zasya menggoyangkan tanganku

“Hah? Iiyaa pak, saya!”

“Aduh Na, gimana sih?? Nglamun mulu lo, nglamunin sapa sih?”

“ Ehm..” aku hanya tersenyum kecil

“ Oh, gw tau!! Itu kan?? Si ‘koko’ kelas??” tebak Zasya

“Haha, sok tau lo!”

Zasya memang sahabatku, aku sudah berteman dengannya sejak SD. Jadi, ia memang sudah tahu semua rahasiaku, apa kesukaanku atau apa yang aku benci dan aku juga tahu segala hal tentangnya. Pokoknya dia memang sahabat terbaiku.

“ Eh, Na ntar jadi gak??”

“Apa? Oh, nginep di rumah gw lagi?”

“Ya iyyalah, kita kan udah ngerencanain dari jauh hari, awas ya kalo gak bisa lagi” ancam Zasya

“Hehe, iya deh. . siip!”

***

“ Na, kok lo belom ada kemajuan sih? Udah satu tahun juga lo suka” Tanya Zasya ingin tahu

“Kemajuan apa?”

“Itu, ngedeketin Kiki, ups Kang Min-Gi”

Zasya tahu, aku tidak suka jika ia memanggilnya Kiki aku lebih suka jika memanggil nama Koreanya. Walaupun teman sekelas memanggilnya Kiki, tapi tetap saja aku lebih suka memanggilnya Min-Gi aku pikir lebih bagus.

“ Apa sih lo? Gak tau ni gw gak berani, gw kan bukan kaya cewe-cewe yang kegatelan itu” jelasku

“ Hah, iya juga yah? Cewe pendiem kaya lo gini gimana bisa deket? Walaupun dia udah supel kaya gitu”

“ Iya sih, cowo ganteng, baek, pinter, tajir, supel lagi! Siapa coba yang gak suka dia?” aku membelanya

“Gak, gw gak suka loh!” balas Zasya

“ Ah, mata lo aja yang burem, cowo perfect kaya gitu bisa-bisanya gak suka”

“Ciee, tau deh yang suka banget ma all about Korea, sampe ada cowo Korea nyasar ke sekolah kita langsung ditaksir ntar kalo gw suka juga, ribet deh saingan ma sahabat gw, haha” Zasya gak mau kalah

“Ah, elo! Apaan sih? Udah, tidur yuk!”

Memang benar apa kata Zasya, sudah satu tahun aku menyukai Min-Gi tidak ada kemajuan sama sekali. Aku hanya bisa memandangnya dari jauh dan berharap dia tahu bahwa di sini ada orang yang memperhatikannya. Dan aku tahu, ini hanyalah harapan yang sia-sia. Cinta ini hanya bisa aku pendam dalam hatiku.

***

Oppa, oppa..!”

Terdengar jelas teriakan cewe-cewe itu di kelas. Memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’ sebutan bagi perempuan Korea pada laki-laki yang lebih tua darinya atau disayanginya.

“Iya, iya, ada apa?” jawab Min-Gi dengan sabar tanpa terlihat playboy sama sekali

Oppa, aku minta fotonya dong!” pinta salah satu adik kelas

Itulah yang membuatku tambah menyukainya, ia ramah, baik dan prilakunya berbeda sekali dengan playboy yang hanya ingin tebar pesona kepada semua gadis. Kalau dia sih, tanpa tebar pesona juga sudah terlihat inner handsomenya.

“ Na, lo gak cemburu tuh?” Zasya penasaran

“Hmm, cemburu lah! sayang gw gak bisa kaya gitu”

“Sabar ya Na, mungkin suatu saat dia bisa sadar kalo ada orang yang selama ini merhatiin dia” hibur Zasya

Maybe. Tapi kayanya cuma ngarep” jawabku tak bersemangat

Aku hanya bisa memandangnya dari jauh. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya bisa berharap yang jelas-jelas tak akan mungkin terjadi.

“ Na, ada pulpen gak?”

Suara itu tiba-tiba mengagetkanku dan membuat jantungku ini . .

“Ya? Oh, pulpen? Ada, ada” jawabku gugup

Ia segera menerima pulpenku ini, hanya begitu saja sudah membuatku GR. Dia memang suka sekali meminjam apapun kepadaku. Mungkin karena tempat duduk ku yang lumayan dekat dengannya. Tapi tetap saja aku tidak bisa dekat dengannya. Memang sudah sifatku yang pendiam.

“Nih Na, Gomawo, Makasih ya!” katanya sambil mengembalikan pulpen ku

“Iya, cheomanneyo “ dengan sedikit ragu aku mengucapkan kata itu, yang berarti ‘sama-sama’

“Wah, kamu bisa Bahasa Korea?” tanyanya dengan heran

“Emm, enggak begitu ko’, Cuma sedikit-sedikit aja gara-gara suka nonton film Korea” sekali lagi aku menjawab dengan gugup

“Kamu suka film Korea?” tanyanya

“Iya, aku suka jalan ceritanya yang bagus” jelasku

Aku memang suka semua yang berhubungan dengan Korea, apalagi Film atau dramanya. Sampai aku tahu semua artis korea. Aku juga belajar sedikit-sedikit Bahasa Korea sampai aku bisa menyanyikan lagu-lagunya. Hampir tidak ada artis Korea yang aku tidak kenal. Tapi mungkin mereka yang tidak kenal aku ya? hehe

“Oh, kalau kamu mau belajar bahasanya lebih banyak lagi, aku akan ajarkan” candanya dengan tersenyum

gureyo?” jawabku. Tapi ia langsung berlari ke luar kelas sepertinya buru-buru. Aku tidak tahu apakah yang dikatakannya hanya bercanda atau serius, tapi seandainya serius aku juga tidak akan berani tapi yang jelas aku sangat senang sekali.

***

“ Sya, tau gak?? Tadi gw ngobrol sama dia, empat mata sya, bayangin!”

“Aduh, Na.. iya deh sayang gw gak liat. Selamat yah!”

“Makasih Sya, yang jelas gw seneng banget! Gak tau deh gw ke PD an atau ke GR an tapi gw seneng banget!” teriakku

“Tapi Na, inget loh jangan terlalu ngarep gw sebagai sahabat lo cuma mau ngingetin doang” Zasya menasehati

“Iya juga sih” tiba-tiba wajahku jadi tidak ceria lagi

“Gw bukannya bikin lo kecewa, tapi gw takut ntar lo sakit hati”

Aku terdiam, aku pikir kata-kata Zasya ada benarnya juga. Dia sangat digemari di sekolah. Mulai dari adik kelas sampai kakak kelas sepertinya semua menyukainya. Aku tidak boleh terlalu berharap, nanti mungkin kalau tiba-tiba dia punya cewe bisa sakit hati ini.

“Eh sya, tapi gw bingung deh kenapa yah dari mulai masuk sekolah sampe sekarang Min-Gi belum pernah punya cewe?”

“Iya juga yah, dia itu kan kata lo perfect banget terus setiap hari ada aja cewe yang ngelilingin dia, tapi ko’ gak ada yang dia tembak?” Zasya juga jadi bingung

“Mungkin dia gak suka cewe Indonesia kali, kaya gw. hiks” tebak ku dengan sedih

“Tapi kan ibunya cewe Indonesia, apa dia trauma sama cewe yah?”

“Maksudnya?” aku penasaran

“Mungkin aja dia pernah pacaran sama cewe Korea dulu terus disakitin, jadinya sekarang gak mau pacaran deh!” jelas Zasya

“Halah, masa sih?”

Aku jadi memikirkannya. Apa mungkin dia memang tidak suka cewe Indonesia dan hanya suka dengan cewe Korea? Atau mungkin benar kata Zasya dia trauma dengan seorang wanita..

***

Oppa, besok ulang tahun ya?” Tanya seorang cewe padanya dengan semangat

“Iya, Arayo? Kamu tahu dari mana?” Tanya Min-Gi

“Tahu lahh” kata cewe itu dengan manja

Aku sudah tahu dari dulu kalau tanggal 6 November adalah ulang tahunnya, dulu aku susah payah mencari tahu hal itu dan sekarang hal ini sudah menjadi rahasia umum.

“Na, besok kan ulang tahunnya Min-Gi. Lo mau ngapain?” Tanya Zasya ingin tahu

“Hhm, apa yah?? Gak tau. Paling cuma ngucapin aja”

“Yah, gak seru nih! Tau gak? Cewe-cewe sekelas tuh mau ngrencanain kejutan buat dia”

“Iya?” aku tersentak kaget

“Iya lah, masa lo gak ikutan?” Tanya Zasya

“Gak, ah males. Ngapain? Mereka niat banget sampe ngadain kaya gitu”

“Yah, elo gimana sih? Tunjukin dong kalo lo suka sama dia!”

“Hhh” aku hanya bisa diam mendengarnya.

***

“Na, aku boleh pinjem buku Bahasa Indonesia kamu gak?” pinta Min-Gi

“Oh, iya boleh. Nih..” aku segera memberikannya. Lagi-lagi ia meminjam buku ku

“Eh, kamu tahu apa aja tentang Bahasa Korea?” tiba-tiba ia memanjangkan pembicaraan

“Aku? Aku tahu beberapa kata. Contohnya saja, nan berarti ‘aku’, ka berarti ‘pergi’ dan hakkyo berarti ‘sekolah’, jadi Min-Gi ya hakkyo ka ja! artinya Min-Gi ayo berangkat sekolah! hehe”  jelasku panjang lebar

“Hahaha..!” dia lalu tertawa geli “Kamu ternyata hebat juga yah!” sambungnya

“Lalu, kenapa kamu tertawa?” dengan gugup aku bertanya

“Lucu aja waktu denger kamu ngucap kalimat itu!”

“Oh..” aku tersenyum kecil, entah kenapa seakan mulutku terkunci saat di depannya

“Yasudah, aku pinjam dulu ya?” ia segera berlari ke luar kelas

***

Oppa.. Saengil chukahamnida!!”

“Selamat Ulang Tahun!!”

Teriak cewe-cewe di kelas dengan histeris saat Min-Gi masuk kelas. Sambil membawa kue yang mereka buat kemarin, mereka langsung menyambut Min-Gi dengan kue, lilin dan sejumlah kado untuknya. Dan mereka pun langsung menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’ dalam bahasa Korea yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Jelas saja Min-Gi langsung kaget dan berterima kasih saat itu juga.

Aku dan Zasya hanya bisa menyaksikan hal itu dari bangku ku. Setelah itu baru aku mengucapkan selamat untuknya.

Min-Gi Saengil Chukaeyo!” ucap ku “Semoga panjang umur!”

Dia segera berkata “Terima kasih, cheongmal gomawoyo” balasnya

Tak henti-hentinya ia selalu tersenyum manis sekali sambil mengucapkan terima kasih berulang-ulang. Nampaknya ia sangat senang sekali. Tentu saja semua cewe berteriak histeris. Tapi tiba-tiba saja mukanya berubah menjadi serius  dan menuju ke depan kelas. Aku tidak tahu ia mau berbuat apa. Perasaan ku tidak enak. .

***

“Teman-teman, aku ingin berbicara sesuatu. . .” ujarnya serius

Aku jadi penasaran apa yang akan ia katakan dengan wajah yang begitu serius?

“Aku akan kembali ke Korea, pekerjaan ayahku sudah selesai di sini dan aku harus segera kembali ke sana” ia berkata dengan nada sedih

Jantungku tersentak seakan berhenti, dia akan pergi?? Semua anak-anak sekelas tidak percaya akan hal ini. Wajah semua perempuan di kelas berubah sedih.

“Kenapa kamu harus pergi? Di sini saja..” teriak Sherly membujuknya

“Aku tidak bisa, kalau aku di sini tentu saja aku akan sendiri di sini. Ayahku di Korea sedangkan ibuku sudah tidak ada” jelasnya dengan mata yang berkaca-kaca

Aku baru tahu kalau ternyata ibunya sudah meninggal. Pantas saja ia lama tinggal di Korea. Aku semakin sedih mendengarnya.

“Teman-teman, tapi tenang saja tahun depan aku akan ke sini lagi, terimakasih untuk semuanya, aku akan selalu mengingatnya dan maafkan aku kalau aku salah, mianheyo!” ungkapnya

“Besok aku akan berangkat ke Seoul, aku juga berterimakasih atas kejutannya. Bagi ku, ini perpisahan yang akan selalu ku kenang” sambungnya

Aku ingin sekali meneteskan air mata, tapi seperti ada yang menahan air mataku ini. Dan tiba-tiba ia menuju ke arahku. Seperti biasa, jantungku berdetak kencang.

“Na, ini buku Bahasa Indonesia kamu. Makasih ya buat semuanya”

Aku tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa terdiam, sekarang ia ingin pergi begitu saja tanpa ada yang berubah sejak pertama aku menyukainya. Hanya sekarang aku sudah berani berbicara padanya. Selamat tinggal Min-Gi, sampai ketemu setahun lagi. Entah kau berubah atau tidak tahun depan tapi kau akan selalu ada dalam hatiku.

***

Hari ini sepi sekali, aku sepertinya tidak punya semangat ke sekolah. Min-Gi sudah tidak ada, rasanya tidak ada yang membuatku semangat lagi.

“Na, ayo! Semangat dong.. masa cuma ditinggal setahun doang sedih? Kan bisa ketemu lagi?” hibur Zasya

“Hhm, iya sih tapi ada yang beda aja kalo dia gak ada”

Aku berpikir, apa mungkin aku bisa bertemu dengannya setahun lagi? Entahlah, tidak ada yang tahu.

***

Sampai di rumah, aku langsung masuk kamar. Ayahku asyik menyaksikan berita di ruang tengah sampai suara Tv nya terdengar ke kamarku. Dan tiba-tiba terdengar jelas apa isi berita itu. Sebuah pesawat yang berangkat siang ini dari Jakarta tujuan Seoul  waktu keberangkatan pukul 13.00 WIB mengalami kecelakaan pada saat mendarat di Bandara Seoul. Kecelakaan ini sangat parah dan mengakibatkan52 penumpangnya tewas. Aku kaget, pesawat itu adalah pesawat yang ditumpangi Min-Gi. Tubuhku gemetar, air mataku tiba-tiba jatuh. Aku tidak kuat lagi. Tapi aku tidak yakin kalau Min-Gi termasuk korban yang tewas. Masih ada harapan. Tiba-tiba ponselku berdering dan aku segera mengangkatnya ternyata dari Zasya.

“Halo? Na, lo liat berita di tv gak?” Zasya panik dan dari suaranya ia sepertinya  menangis

“Iya, sya gw liat, gw takut Min-Gi kenapa-napa”

“Na, lo belom tau? Min-Gi meninggal Na, gw baca namanya Kang Min-Gi di daftar nama yang meninggal”

Ponselku jatuh seketika itu juga. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Air mataku mengalir dengan derasnya. Aku langsung mencari buku Bahasa Indonesiaku yang dipinjam Min-Gi, entah kenapa aku melakukan itu. Dan aku melihat ada secarik kertas yang terselip. Segera saja aku baca sambil menangis dan gemetar..

***

 

To : Gianna

Hai Na, Annyeonghaseyo? Kamu pasti kaget ngeliat surat ini. Aku cuma pengen kamu tahu aja, kalo selama ini aku suka sama kamu. Aku tuh bingung kenapa ada cewe yang suka banget sama hal yang berhubungan sama Korea tapi gak pernah seperti cewe-cewe yang lain. Walaupun kamu pendiam tapi kamu manis, dan baik. Itu yang membuat aku makin suka sama kamu. Aku pengen ngomong hal ini sama kamu tapi aku takut salah. Makanya sebelum aku pergi aku nulis surat ini untuk kamu. Miyaneyo, maaf ya karena aku tidak bisa ngomong langsung. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa ketemu lagi. Makasih buat semuanya. Saranghae. .

From : Kang Min-Gi

 

***

TAMAT

 

wahha, mian klo ceritanya gampang ditebak dan bahasanya kacau, namanya juga masih kelas 2 SMA.hehhe ^^

 

5 thoughts on “Pria Korea itu Bernama Min Gi..

  1. Btw ni,,w dpt tmen blasteran korea indo..tinggal di bali pdhl umurny setaun dbwh gw tp dy g mw manggil gw nuna..ish,,
    kk~ maap y jd nyampah curhat gaje di blog lw…*kapan sh gw ga gaje dan ga nyampah?*
    jgn salahkan saia tp slhkn kebiasaan nenek moyang saia yg jg suka nyampah sembarangan…kk~ lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s